Sunday, 17 April 2011

SMA N 3 Unggul Tenggarong

Aku ingat jelas sekitar tiga tahun yang lalu, mengikuti tes penyaringan bibit siswa unggul yang diadakan oleh sebuah sekolah unggulan di Kota Tenggarong. Ada yang tau SMA apa namanya?? Bahkan mungkin kota Tenggarong pun masih banyak yang belum tau itu letaknya dimana. SMA Negeri 3 Unggul Tenggarong. Yaa sekolah kebanggaanku itu, tujuan utamaku untuk melanjutkan pendidikan jenjanng sekolah menengah atas. Masih jelas teringat perjuangan untuk masuk ke sekolah itu harus melalui tahapan dan tes-tes yang rumit seperti masuk perguruan tinggi saja. Tapi tidak dapat dipungkiri memang, ternyata hasil penyaringan bibit unggul tersebut merekrut orang-orang pintar menjadi siswa-siswi SMA N 3 Unggul Tenggarong. Karena memang sudah yakin bakal diterima, ceritanya semangatnya tinggi ni.. Jadilah aku masuk di sekolah unggul tersebut.. Bertemu dengan teman-teman yang rata-rata pintar diatas sekedar pintar membuat aku agak sedikit minder. Bagaimana nanti kalau yang diajarkan di sekolah tidak bisa kuterima dengan baik dan sangat tertinggal jauh dengan teman-teman yang lain?? Oh my God...

Ikuti alur aja dulu lah pikirku saat itu, mengikuti pengalaman Masa Orientasi Siswa yang sangat seru dan memberikan banyak pengalaman, berkenalan dengan teman-teman dari kecamatan-kecamatan yang lainnya dan senang banget dah perasaan bisa masuk sekolah unggulan yang pada saat itu proyek pembangunan gedungnya belum selesai. Walaupun keadaan siswa-siswi, guru, pembina dan beserta perangkat-perangkat sekolah yang lainnya berstatus numpang di Sanggar Kegiatan Belajar di sebuah desa kecamatan Tenggarong Seberang (kadang aku mikir kok sekolahnya di tenggarong, ngungsinya di tenggarong seberang yakk?? di ndeso pula hihihi mungkin biar pelajar SMA-nya gak terkontaminasi budaya buruk perkotaan kali ya) Tapi sungguh suatu perasaan yang gak bisa diungkapkan sekedar dengan tulisan ini, semua rasa bangga, kebersamaan, sedih-senang, cinta, semuaaanyaaaa... L1 atau lebih dikenal dengan sebutan teluk Dalam di Desa Bukit Raya, tempat sekolah sementara untuk kami pada tahun 2008. Lingkungan sejuk dengan orang-orang desa yang ramah serta suasana sarat kedamaian jauh dari hingar bingar keributan kota sungguh tempat yang paling indah. Apalagi kebersamaan bersama teman-teman di Asrama, Ibu asrama, camat, lurah (camat: sebutan untuk kepala asrama, lurah: sebutan untuk wakil camat asrama.. hihihi lucu ya) kamar asrama, musholla, aula, ruang makan, ruangan kelas, lapangan, jalan-jalannya, pokoknya semua itu penuh kenangan yang gak terlupakan. Kebersamaan bersama orang-orang pilihan membuatku nyaman walaupun terkadan mati air melanda dan keluhan seputar penyajian makanan di ruang makan yang tidak jarang tak sesuai dengan keinginan kami.
Aku ingat sekali ketika pagi-pagi sekitar jam 4 bangun pagi, berhubung aku (pernah) menjabat seksi kerohanian asrama, maka tugasku pagi-pagi banget bangunin teman-teman yang lain untuk solat subuh berjamaah di musholla dan itu bukan tugas yang mudah lho, memang setan tidur itu ampuh menggoda manusia. Bayangkan saja, mau sholat berjamaah kami berbaris yang rapi walau mata setengah melek dan jalan sempoyongan menahan kantuk dan menggendong setan tidur yang laknat itu. setelah kembali dari musholla, kami mengantri mandi dikarenakan kamar mandi hanya ada 5 dan ketersediaan air yang cukup terbatas untuk penghuni asrama putri sebanyak sekitar 50 orang. Setelah mandi semua astri (sebutan penghuni asrama putri)sibuk memakai perlengkapan seragam yang harus rapi, kemudian berbaris di depan asrama dikomando oleh salah seorang dari kami, dengan riang kami menuju ruang makan tetap dalam keadaan rapi menunggu barisan dari asrama putra (biasa disebut astra)dan panggilan masuk dari teman-teman lain yang bertugas piket makan. Sampai sekarang yang masih kuingat dengan jelas adalah rasa pecel di tiap jumat pagi yang membuat perutku panas (maklum aku gak doyan pedes) dan nasi goreng khas acil tiap sabtu sehabis olahraga hihihi. Setelah kegiatan isi perut usai, barisan astra dan barisan astri menuju lapangan dan diharuskan memutar lewat turunan angker dan melewati jalan bawah, bisa dibayangkan capeknya yaa tapi saat kita menjalani semua itu dengan ikhlas dan gembira gak ada rasa capek sama sekali :). Dan kalian pasti bertanya-tanya untuk apa kami menuju lapangan?? ya jawabannya mau apel pagi. ada yang tau apa itu apel pagi?? apel pagi itu buah yang rasanya manis agak asem-asem sebesar bola tennis dan bisa kita dapat pagi hari* hah ngaco kan :D Apel pagi itu rutinitas kami semacam pelaporan kelengkapan anggota asrama dan pengarahan dari pembina, jadi setiap pagi dapat ceramah bermanfaat baik dari pembina atau dari teman-teman yang bertugas. Setelah apel pagi selesai kami menuju asrama mengambil tas dan segala perlengkapan sekolah menuju kelas masing masing, kelas kami waktu tingkat kelas X, ada tiga kelas, excellent one, excellent two dan excellent three. Dan semua kelas itu sama saja.. tapi karakteristik dalam kelas berbeda-beda sesuai sifat-sifat penghuninya. Dalam ruangan kelas nggak membosankan karena ada gambar-gambar peninggalan kakak kelas yang dulu juga belajar di tempat itu. Kami menerima pelajaran seperti sekolah-sekolah pada umumnya hanya saja metodenya lebih bagus dan guru-guru kami profesional sekali :). Kami belajar dari jam tujuh dan istirahat sebelum makan siang, setelah makan siang kami yang beragama islam sholat berjamaah dan agenda selanjutnya belajar lagi di kelas hingga jam 3 atau lebih. Sore hari kita bisa main-main di lapangan, baca-baca buku di perpus atau dudukan ngerumpi di teras asrama. Kadang-kadang jalan-jalan ke warung atau beli nasi goreng langganan. Semua kegiatan terstruktur lagi menginjak waktu magrib, sholat berjamaah dan mengkaji ilmu agama dengan bimbingan dari ustadz yang ditugaskan sekolah hingga selesai sholat isya, kemudian makan malam dan terakhir apel malam.
ingat lagunya
"Bila apel malam telah tiba
segera berdiri depan pintu
ayolah kawanku berbaris
akan dibacakan penerjunan

Bila aku loncat pertama
................
.................
oh tidaaak aku lupa lirikkk ???
hehehee
kemudian kembali ke asrama dan belajar. mau individual atau kolektif bareng teman-teman sembatang aja, tergantung enak yang mana. Ketika aku belajar dan berdiskusi dengan teman-teman diselingi dengan guyonan haha hihi itulah yang membuat aku bangga bersama kalian "teman-temanku yang hebat" aku bangga ada di tengah-tengah kalian orang-orang pilihan. Mungkin segini aja dulu ceritanya, kita bakal lanjut lagi di lain kesempatan. SMA N 3 Unggul Tenggarong is the best :)

1 comment:

  1. nice story kak... saya anak smaga jga angkatan 7.. maen2 ke blog saya jga kak.. ari-panggih.blogspot.com dan blog kelas 2IPA2 smaga angkatan 7... wisuda7.blogspot.com ...... :D

    ReplyDelete

Jangan diem aja, komen juga dongg :D