Saturday, 11 June 2011

Kacamata @Trans7

Heyyoooo... Udah lama ni aku gak posting lagi, ni baruan aja mulai lagi.. hihi. Maklum akhir-akhir ini emang agak sibuk karena ngurusin laporan morfologi tumbuhan yang bikin puyeng, bingung aku banyaak banget padahal gak ada kisi-kisinya gitu. Sekarang tepat pukul 21.11 Waktu Samarinda, sebenarnya mau nulis daster, tapi sempetin dulu deh buka-buka Pakde Google (*Google : Eh sejak kapan gue nikah ama Bude Loe?? // Ah gilaa, google itu kan kaca mata renang . nda jelas.) maksudnya buka search machine paling populer ntu. Jam segini nih sambil nonton acara daily show yang tayang di TRANS TV yang mirip-mirip Penghuni Terakhirr di ANtv namanya BIG BROTHER "Indonesia", acaranya seru, kisah keseharian beberapa orang dalam sebuah rumah besar milik "BigBro" dengan berbagai tantangan di dalamnya. Yang menarik disini bukan mau ngebahas tentang acaranya ya, tapi mau mengorek sedikit info tentang dua Host BigBro nih.. Yaaaaa Indra Herlambang dan Sarah Sechan :) Dua Host idolaku, hihihi. Aku mengidolakan mereka berdua karena lucu, rame, professional dan berkharisma. hwehee :D
Okeee kita ngebahas Om Indra aja dulu kali yaa... (kok Om?? Ya kan Om Indra udah 37 taon gak cocok kalo dipanggil mas. haha)Om Indra lulusan Desain Komunikasi Visual di Institut Teknologi Bandung angkatan 1995 (Aku masih dua taon tuh) Awalnya Om Indra jadi penyiar sebuah stasiun Radio di Bandung,Setelah Ia menjadi presenter acara Gosip di Trans TV (Insert) namanya semakin mengindonesia apalagi di kalangan Ibu-ibu (secara Ibu-ibu kan penyuka acara gosip terbesar di Indonesia gitu loh) ditambah banyolannya yang khas bikin ngakak deh kalo nonton gosip yang satu ini, hhe. (Ktahuan kan gue kadang-kadang suka liat acara gosip) Tapi lebih seru lagi kalo kita nonton kacamata di Trans 7, acaranya tuh menghibur banget, ngasih kita info-info seputar hal-hal yang sepele di sekitar kita menjadi hal-hal yang penting dan seru kalo dibahas. Catat nih ya, Jam tayangnya.; Pukul 10.00 Waktu Indonesia Tengah setiap Kamis dan Jumat Pagi. Asli Heh Gokil bangettt, Memang deh aksi Om Indra disini bikin ngakak, karena Dia bertalenta dengan keceriwisan alamiahnya, tampang bloonnya, kemampuannya untuk menjadikan suasana menjadi rame, semuanya. Nih, gue baru aja baca tentang acara Kacamata Trans 7 yang diposting sebuah situs. Dicopy aja langsung. sumbernya dari Tabloid Bintang.
INDRA Herlambang berseloroh. Kacamata yang dipandunya sejak Juli 2010 dirasanya perlu mendapatkan penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia). Karena telah mengalami pergantian jam tayang hingga 8 kali! -- sekarang Kacamata hadir setiap Kamis dan Jumat pagi pukul 09.00 WIB.

“Pindah-pindah jam tayang terus. Mau dimasukkan ke MURI, kali, ya? Hahaha,” ceplos Indra Senin (14/3), saat kami mengikuti seharian penuh proses syutingnya. Associate Producer Romy Rahadian sama bingung, tapi sekaligus takjub.

“Tayang di jam manapun (rating dan share) survive. Sekitar 12 persen,” ujar Romy bangga.

Indra Herlambang, host yang rela mempermalukan diri

Walau pindah jam tayang terus, pasti ada keistimewaan pada Kacamata sehingga mampu bertahan hingga 7 bulan masa penayangan. Kontennya yang unik menjadi daya tarik utama.

Tayangan yang dikatakan Romy “tidak jelas” genrenya ini membidik hal-hal sepele yang sering kali diabaikan orang-orang. Misalnya tentang berapa banyak pedagang nasi goreng kambing memasukkan potongan daging ke dalam adukan nasi atau berapa banyak cabai (gratis) diberikan pedagang gorengan kepada pembeli, di saat cabai mengalami krisis kemarin.

“Tema-tema itu terlintas begitu saja. Lagi makan nasi goreng kambing, sering, kan bertanya-tanya, sedikit banget sih kambingnya? Dari situ idenya muncul. Kenapa tidak ditanyakan kepada pedagangnya langsung,” beber Romy.

Indra Herlambang sebagai host lantas menjalankan tugas untuk menanyakan hal-hal sepele itu kepada target. Kelebihan Indra, seperti telah diperkirakan tim perancang program sejak mengajak lajang 35 tahun itu, memiliki keceriwisan alamiah. Sehingga pertanyaan yang diajukan tidak “garing”. Susah-susah gampang membayangkan diri bertanya kepada pedagang nasi goreng kambing, tentang berapa banyak potongan daging kambing yang dimasukkan. Salah-salah bisa bete orang yang ditanyai.

“Kami sudah melihat potensi Indra yang kocak saat berkomentar. Dia juga punya pendekatan yang bagus. Ketika kami tawarkan konsepnya pun, dia langsung nyambung,” cerita Romy. “Bisa dibilang acara ini penggabungan dua inspirasi. Dari kami dan juga dia,” imbuhnya.

Kemudian adegan Indra bertanya-tanya dengan ceriwisnya itu dimaksimalkan melalui pengambilan gambar yang ekstrem. Sehingga mimik Indra yang kocak dan raut muka narasumber yang dicecar pertanyaan akan tertangkap jelas dan (diharapkan) bisa memancing senyum pemirsa.

“Kami mengandalkan wawancara dan ekspresi muka,” cetus Romy.

Nah, untuk mendapatkan kedua hal itu, Indra digambarkan Romy (terpaksa) “mengorbankan” diri duluan. “Agar yang diajak ngobrol bisa sama ekspresifnya, Indra membiarkan dirinya untuk dipermalukan lebih dulu.”

Indra membenarkan pernyataan Romy. Karena orang tidak bisa diprediksi karakternya. Terlebih mereka yang terpilih sebagai narasumber ditemukan Indra bersama tim secara acak. Tidak ada penjadwalan atau janji wawancara sebelumnya. Syukur-syukur bertemu orang yang ekspresif, tapi lebih banyak orang baru bereaksi setelah dipancing-pancing.

“Di awal-awalnya dulu lebih susah. Orang banyak yang belum tahu konsep acara ini seperti apa,” kenang Indra. Dari sanalah kebiasaan Indra mempermalukan diri lebih dulu dimulai. “Tapi makin ke sini, mereka malah berani menyuruh-menyuruhku duluan. Contohin dulu, dong! Yaaah, di sini pokoknya hancur deh imejku, hahaha.”

Syutingnya harus santai dan menyenangkan

Ya, nampaknya Kacamata dibuat apa adanya. Pada hari kami mengikuti proses syutingnya, dari permulaan sudah terlihat bagaimana simpelnya proses produksi. Mengejar narasumber untuk topik hari itu, “almanak”, tidak perlu dilakukan jauh-jauh. Orang-orang yang berada di sekitar halaman gedung Trans.Corp pun jadi.

Tim kreatif bersama Indra mengedarkan pandangan, memilah-milah dari sekian banyak orang yang berada di area itu untuk dihampiri dan diajak ngobrol. Sekelompok ABG perempuan menjadi target pertama. Indra langsung melompat ke tengah-tengah mereka dan mulai berceloteh.

Para gadis ABG awalnya nampak malu-malu, tapi sejurus kemudian mereka malah ketularan gokilnya Indra. Salah satunya, yang bernama Ria, dengan penuh percaya diri menuruti perintah Indra untuk menirukan gaya model kalender yang ada di rumahnya. Misi Indra berarti sukses!

Sepeninggal Indra, Ria dan ketiga temannya bingung sendiri. Karena mereka telah (tanpa sadar) mempermalukan diri dan itu akan tayang di televisi.

“Enggak tahu, kok aku mau ya senyum kayak begitu? Hahaha,” ujar Ria disambut tawa teman-temannya.

“Padahal tadi pas lihat Indra datang ke sini, kami mau kabur. Sudah tahu pasti mau dikerjai,” imbuhnya, yang bersama teman-temannya sedang menunggu SM*SH.

Setelah empat gadis ABG, Indra mendapatkan tiga target lainnya di area yang sama. Semuanya, hebat, berlangsung lancar. Mereka kooperatif diajak kerja sama, salah satunya bahkan ekspresif melebihi perkiraan. Indra tercengang ketika seorang pemuda yang berpenampilan rapi malah superpede menirukan gaya Nikita Willy di kalender.

Apakah selalu mulus dalam mendapatkan narasumber? Baik Indra maupun Romy mengaku tidak selalu. Ada juga target yang malah kabur atau narasumber yang defensif terhadap sorot kamera.

“Ada juga orang yang benar-benar tidak mau disorot atau ditanya-tanya. Atau narasumber yang omongannya standar dan bikin Indra mati gaya,” kata Romy.

Untungnya, segagal-gagalnya hasil wawancara, kemungkinan besar gambar tetap ditayangkan Kacamata. Pintar-pintarnya tim penyuntingan menjadikan gambar gagal menjadi sesuatu yang menarik. Entah itu gambar Indra mengejar-ngejar narasumber yang kabur atau memaksimalkan tampang bodoh Indra yang sedang mati gaya.

“Untungnya adalah, kami sudah menemukan personality acara ini. Personality-nya adalah “bodoh”. Jadi biarpun bodoh, gambar akan tetap ditayangkan,” Indra berironi.

Seperti kata Romy, Kacamata adalah tayangan informatif yang lebih bertujuan untuk menghibur pemirsa. Selama gambar-gambar yang dihasilkan bisa membuat orang mengembangkan senyuman, mengapa harus dibuang? “Membuat Kacamata ini, kami semua harus dalam kondisi santai dan senang. Dengan begitu ide-ide akan terus mengalir dan gambar yang didapat pun bagus. Penonton di rumah pun akan merasakan itu,” papar Romy. Yup, terasa kok “bodoh”-nya.

Nah, kereen yaaa Aku recommend kalian semua buat nonton nih acara :)

No comments:

Post a Comment

Jangan diem aja, komen juga dongg :D