Friday, 14 October 2011

Warung Makan yang Menyenangkan?

Haalo... saya mau dikit cuap-cuap pagi ini. Pagi ini saya senang sekali, karena hari ini saya akan pulang kampung dan bertemu dengan keluarga. Di samping itu, pagi ini saya galau.. mungkin pengaruh lapar kali ya? Kalau begini apa yang harus diperbuat ni?? Saya tinggal di kota ini sendiri tanpa keluarga, sedang saya tidak masak. untuk memenuhi keperluan sehari-hari.. saya beli makanan di warung-warung terdekat saja.

Ngomong-ngomong masalah warung. Kemaren ketika kelaparan, saya pergi ke sebuah warung yang terletak di jalan Pramuka. Di sana saya membeli sayur sekedarnya saja untuk melengkapi ayam goreng renyah yang baru saja saya beli. Tersedia berbagai variasi menu nasi campur dan lalapan di warung itu, tapi karena tujuan utama saya adalah untuk mencari sayur maka saya memutuskan untuk membeli sayur daun singkong seharga tiga ribu rupiah. Setelah saya perhatikan dengan baik, ternyata variasi menu yang ada di warung makan tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan warung makan langganan saya yang berada tepat di sebelahnya.

Bukan saya sudah bosan dengan makanan di warung makanan langganan saya itu, tetapi saya ingin mencoba makanan dari warung yang ada tepat di sebelahnya yang juga tidak kalah ramai kunjungan pelanggan. Ternyata... kesan yang saya dapat ketika membandingkan kedua warung makan tersebut, adalah perbedaan keramahan penjualnya. Ini sangat jauh sekali menurut saya. Penjual-penjual di warung makan langganan saya (sebut saja = warung DS) ternyata jauh lebih friendly dibanding penjual di warung SW.

Jelas, kita pasti akan lebih nyaman dengan pembawaan penjual yang ramah, sering tersenyum dan sopan terhadap pelanggan. Kita akan merasa betah dan merasa bahwa kita dihargai sebagai pelanggan. Seperti kata peribahasa "Pembeli adalah Raja" berarti kedudukan kita sebagai pembeli adalah sebagai raja dan penjual berkedudukan sebagai pelayan (heheh) Sebagai pelayan yang baik seharusnya menghormati dan melayani rajanya dengan baik dan senang hati, dengan tulus ikhlas dan wajah gembira. Wajah yang judes dan jutek membuat kita malas untuk membuang duit di warung semacam itu walaupun rasanya enak. Karena ada warung makan lain yang lebih menyenangkan dan membuat kita betah membelanjakan uang kita di warungnya walau sekalipun tempatnya kecil dan sederhana. Betul kan??

Hanya ingin membandingkan, tidak bermaksud menjelek-jelekkan mohon maaf bila ada yang tersinggung.

No comments:

Post a Comment

Jangan diem aja, komen juga dongg :D