Saturday, 11 February 2012

Puisi Ngasal





Diantara air dan api 

Kau pasti mengibaratkan aku sebagai air kan 

Tapi tidak, kau salah 


Aku bahkan lebih dingin dari sekedar air 

Yaa aku adalah air yang membeku 

Aku hanyalah sebuah bongkahan es yang belum kunjung mencair 

Bahkan ketika aku berada di antara bara-bara api yang sangat panas sekalipun 

Aku berdiri tegar

Tak membutuhkan wadah untuk menyanggaku 

Aku tak bergantung pada yang lain

dan juga tak membutuhkan bahan bakar untuk terus menjagaku agar tetap hidup 

Aku berdiri tegar 

Jadi jangan pedulikanku lagi 

Aku belum lelah bertahan seperti ini 

Walau mungkin suatu saat nanti bongkahan es akan mencair 

Dan memerlukan wadah yang dapat menahannya agar tak menghilang 

Tapi sekarang aku masih berdiri tegar 

Jangan pedulikan aku lagi







4 comments:

  1. hhmmmm... nice, menceritakan tentang seorang wanita yang sangat tegar ya?

    ReplyDelete
  2. haha.. lagi nyoba bikin puisi,

    yaa seorang yang dingin, tegar dan keras kepala..

    ReplyDelete
  3. jangan terlalu beku ah, nanti pada menjauh yang datang karena kedinginan.. =D

    ReplyDelete
  4. hehe.. justru karena itu, dia(objek dalam puisi ini) membeku karena gak peduli sama yang datang. Tapi suatu saat dia akan mencair..

    ReplyDelete

Jangan diem aja, komen juga dongg :D