Sunday, 12 February 2012

Valentine, Maaf aku tak merayakannya


      Menjelang hari Valentine. Minggu, 12 Februari dua ribu dua belas. Apa yang terjadi dua hari nanti? Di kehidupan anda sekalian? Adakah sesuatu yang istimewa? Kado atau cokelat dari penggemar rahasia? Datang pesan teks atau pesan facebook ucapan kasih sayang? Or whatever that not far from "palentain".. Bagiku, dua hari mendatang adalah hari biasa-biasa saja. Walau mungkin sebagian anak-anak muda bakalan ngebantah pernyataanku tentang kebiasaan dari hari kasih sayang sedunia tersebut. Dan aku juga yakin kok, sebagian lainnya bakal mendukung pernyataanku tersebut dan tentu saja SETUJU. Oke, oke sebagian maksudku ini mungkin sekitar seper-empat puluh delapan bagian dari seluruh remaja di dunia ini. #puass?? Tapi buat teman-teman yang merayakannya, yoo monggo.. silakan! Aku nggak ngelarang kok, toh aku bukan mama-papa temen-temen sekalian toh. sook atuh rayakan kalo memang ngerasa hal tersebut jadi perayaan tahunan wajib bagi kalian yang merayakan. Karena bagiku, Kasih dan sayang itu bisa ditunjukkan kapan saja tak perlu berpatokan pada tanggal 14 Februari kan. Mau hari Senin ampe Minggu, Bulan Januari ampe Agustus, dari jaman batu ampe kiamat ntar.. kasih sayang dari seorang manusia kepada manusia yang lainnya nggak terbatas dan dapat diekspresikan kapan saja. Karena manusia punya hak untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya selama itu tidak merugikan orang lain. Ya too... 

       Sebelumnya dulu waktu masih SD, seorang temenku yang agak sok tau pernah cerita kalo valentine itu pemuda romawi yang baik hati, terus karena apaaa gitu (dia ceritanya gak jelas sih) Pemuda itu kemudian dibunuh pada tanggal 14 Februari. Dan Karena seluruh orang-orang di Dunia prihatin sama si Valentine, mangkannya tanggal 14 Februari ditetapkan untuk mengenang Pemuda baik hati tersebut. Dari cerita tersebut, tentunya hal itu membuatku bertanya-tanya. Kenapa mengenang orang mati kok dirayakan dengan pesta? tukeran kado? dan banyak orang bahagia. Namun pikiran tersebut harus tersimpan sampe akhirnya aku bertemu dengan internet. Yaa waktu SD mau tanya ama siapa?? Sekarang kan ada internet dan aku mendapatkan jawaban asal usul Hari Valentine ini. Dan ternyataaa jawabannya gak cuma satu! alias sejarahnya banyak sekali dengan berbagai versi. Bagiku gak jelas.... (klik disini, untuk sejarah hari valentine) So, untuk hal yang tidak jelas asal-usulnya seperti ini, bagaimana bisa kita merayakannya kalo asal-usulnya aja gak tau. 

         Oh, yaa.. sekarang aku bisa bilang begini, karena sekarang aku udah bisa dibilang dewasa lah #ha.ha.ha Tapi tau ngga, dulu pernah waktu SMP, Tepatnya SMP kelas satu. Maklumlah masih jamannya alai. Dengan bodohnya aku dan temanku yang bernama Ika bertukar kado pas di hari valentine. Dua hari sebelumnya, kami berencana untuk "ikut-ikutan" tuker-tukeran kado gitu kayak temen yang lain. Saat mencari kado yang pas buat ika, aku bener-bener bingung mau ngasi apaan dan akhirnya aku kasih dia sendal dan ika ngasi aku jepitan rambut yang lucu. Entah dimana sekarang barang itu?? #ohh ika maaap. Padahal sebelumnya keluargaku juga memberikan peringatan bahwa hari itu adalah bukan bagian dari budaya kami dan tidak pula ada dalam agama kami. Tapi yaa yang namanya Bocah ababil yang baru saja sadar terlahir di dunia *ciri-ciri smp banget. Aku pun tetep tuker-tukeran kado sama si Ika. 


                                                       sumber gambar

     Tapi sekarang jelas aku memiliki beberapa alasan untuk tidak merayakan harinya Valentine ini.yakni; asal-usulnya gak jelas, tak ada dalam budayaku, tak ada dalam agamaku (bicara masalah agama dan budaya ini sensitif, tulisan ini tidak bermaksud untuk menyinggung agama tertentu) danbukan merupakan kebiasaanku. Bagi yang merayakan, silakan.. Toh pastinya ada alasan tersendiri dong, kenapa  merayakannya.

6 comments:

  1. saya juga tidak merayakannya. karena menurut saya tiap hari adalah hari kasih sayang dengan orang-orang di sekeliling kita, sesama mahluk Allah SWT :)

    ReplyDelete
  2. Iyeep betul sekali kak irma.. saya setuju dengan kakak. Sesama muslim memang harus saling berkasih sayang kapanpun dan dimanapun :-)

    ReplyDelete
  3. sebagian orang berusaha meluruskan bahwa kasih sayang adalah sikap sehari2, tapi betapa "ngeyel"nya media.. demi keuntungan, ia melakukan apa saja. termasuk tindakan sia2 perayaan valentine ini...

    ReplyDelete
  4. “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56). hidayah sangatlah mahal... banyak saudara kita yang cuma ikut-ikutan dalam merayakan hari valentin... tanpa mengetahui asal usul valentin... “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad dalam musnadnya juz II hal. 50) semoga kita semua selalu mendapat petunjuk yang benar.

    ReplyDelete
  5. @ Mulki : Iya, melakukan sesuatu yang sia-sia yang akan diperhitungkan di akhirat kelak. Kalo di dunia hiburan, event ini emang menghasilkan duit khususnya pihak media yang menyuguhkan :)

    ReplyDelete
  6. Admin : Setuju banget, bahkan dalam Al-Quran telah diberikan petunjuk, Semoga kita bukan bagian dari mereka.. amiin :)

    ReplyDelete

Jangan diem aja, komen juga dongg :D