Thursday, 18 October 2012

Hapuskan Tawuran (saja) dengan Tawuran Sehat!

Holaaa.. Wuih, lagi rame-ramenya ya bahas soal tawuran? Hmm berbicara mengenai tawuran, khususnya tawuran antar pelajar. Udah gak heran lagi kalo ujung-ujungnya ada yang berakhir maut dan beberapa luka-luka. Miris gak tuh dengernya. Bayangin deh, pasukan berseragam itu seharusnya duduk dengan manisnya di kelas saat pelajaran berlangsung di sekolah. Eh, tetapi mereka menawurkan diri dan berangkat ke medan tawur atas dasar "solidaritas" (katanya) dan yaak apa yang terjadi? pukul-pukulan, pentung-pentungan, lempar-lemparan, dan lebih tragisnya lagi apa yang dilakukan hingga bisa menewaskan lawan.

Bila diruntut lebih jauh lagi ternyata apa yang melatar belakangi para pelajar itu untuk melakukan tawuran sebenernya cuma masalah sepele bahkan hanya merupakan masalah pribadi antara dua orang (bisa lebih juga sih) antara pelajar yang berbeda sekolah/kampusnya itu. Misalnya aja rebutan tempat tongkrongan, gak terima pas kalah maen futsal, ceweknya si A dari SMA X direbut sama si B dari SMA Y Atau apalah contoh lainnya. Namun, kita kembali pada asas "solidaritas". Namanya juga anak muda mamen (berasa tua gitu deh), solidaritas yang mereka pahami belum tentu mereka pahami betul-betul. Dan, mari kita pahami pula betul-betul apa itu arti solidaritas terlebih dahulu; Dalam wikipedia, solidaritas memiliki arti integrasi, tingkat dan jenis integrasi, ditunjukkan oleh masyarakat atau kelompok dengan orang dan tetangga mereka. Hal ini mengacu pada hubungan dalam masyarakat, hubungan sosial bahwa orang-orang mengikat satu sama lain. Istilah ini umumnya digunakan dalam sosiologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya.

Nahloh, apa pula itu integrasi? hahah. cari sendiri deh artinya apaan *plaak. Dari penjelasan wikipedia itu udah ngeh belon? sama.. aku juga gak ngerti, bahasanya tinggi. hahaha. Oke kita cari dari sumber lain yang lebih asyik untuk dipahami; berikut pernyataan Bang Alit (Shitlicious)
"Solidaritas itu artinya "Perasaan senasib". Nah, "senasib" di sini yang kudu dimengerti. Kalo temen lo kelaperan, dan elo ada duit, ya beliin makanan kek, karena elo bisa ngerasain penderitaan dia. Tapi kalo "Senasib" di sini contohnya temen lo lagi malakin anak sekolah lain, ya bukan berarti lo kudu ikut-ikutan malakin anak sekolah itu. Itu bukan solidaritas, tapi partner in stupidity".

Gimana, lebih mudah dipahami kan? Emang ye anak gaul itu perlu dijelasin dengan penjelasan yang gaul juga dong. Iya kan? hehe. Oke, bisa ditangkep maksudnya solidaritas itu senasib sih senasib. Tapi kita juga kudu berpegang pada prinsip. Lakukan apa yang menurut kita benar dan tinggalkan apa yang menurut kita salah. Yap, semestinya kita harus lebih dewasa dalam menyikapi perasaan senasib tersebut. Dewasa di sini adalah mampu membedakan mana yang benar dan yang salah. Jangan mentang-mentang temen lagi ada permasalahan dan ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan jalan berantem terus kita juga ikut-ikutan berantem. Kita harus mempertimbangkannya lagi secara dewasa (oops, maksudnya kalian) Apakah berantem itu perbuatan yang benar? apakah tidak salah jika ikut-ikutan berantem ? dan lain sebagainya.

"kalau kamu memang laki - laki jangan melarikan diri, tabrakkan dirimu dengan masalah" -Ayah Nobita, Doraemon The Movie 2008-

Bener juga nih kata ayahnya Nobita. Kalo emang gentle, semua masalah pasti dihadapi dan dicari jalan keluarnya. Bukan malah melarikan diri dari masalah dan menuntaskannya di medan tawuran.Semuanya kan bisa dibicarakan dengan baik-baik. Selama masih bisa berusaha pasti ada jalannya. Dan menjadikan suatu permasalahan kecil pun sebagai alasan untuk tawuran adalah pikiran yang sangat sempit sekali. Coba pakai otak yang berharga itu, yang udah dikasi Tuhan buat berpikir. Pasti selalu ada jalan untuk pikiran yang selalu positif.

Jadi khususnya buat temen-temen dan adek-adek yang masih duduk di bangku sekolah lagi-lagi berpikirlah sebelum bertindak. Coba pikir deh gimana seandainya orang tua yang menyayangi kalian tau bahwa kalian ikut-ikutan tawuran. Gimana perasaan mereka? Mereka yang udah banting tulang untuk menyekolahkan, merawat dari bayi hingga akhirnya sebesar ini. Dan apa yang kalian lakukan? Oh, cmon guys. Life is so prescious and that’s a stupid thing to be acting such worthless activity like that! Hidup itu berharga banget, Kita juga kudu mensyukuri hidup dengan kegiatan yang berguna dan bermanfaat bukannya malah melakukan aksi bodoh gak berguna semacam tawuran dan kegiatan negatif lainnya.

Kata Bang Alit "Girls love bad boys,but woman loves clever man" – shitlicious

Bener juga tuh kata Bang Alit. Cewe itu suka sama cowo yang cerdas. Bukan cowo yang sanggup mengalahkan puluhan lawan main dalam tawurannya. Bukan cowo yang badannya besar dan jago berantem. Bukan pula cowo yang menyelesaikan masalah dengan jalan berantem. Jadi kalo kalian pengen disukain cewe-cewe jangan deh berpikir untuk melakukan tindakan-tindakan negatif supaya terlihat keren di mata mereka. Justru sebaliknya, kalian bisa keliatan keren dengan segala tindakan positif yang bisa ditunjukkan lewat prestasi yang diperoleh baik di bidang akademik maupun permainan dan olahraga. Percayalah, cowo yang berprestasi itu punya kekerenan tersendiri!

Stop tawuran!!! Bila memang tawuran itu adalah budaya yang sangat keren sehingga mengakar dan telah bercabang *apasih di Indonesia, maka.. Mari kita ubah tawuran itu menjadi suatu hal yang positif dan sehat. Tawuran yang sehat itu maksudnya bukan tawuran stupid yang sedari tadi kita bahas, bukan! Tawuran yang sehat bisa diwujudkan lewat pertandingan olah-raga, lomba cerdas cermat, atau kontes kecantikan barangkali antarsekolah. Kompetisi yang sehat semacam ini kan berguna banget tuh. Selain bisa memotivasi untuk tetap menggeluti hobi (olahraga/permainan) tapi juga bisa sekalian buat memperdalam ilmu (kompetisi akademik) sekaligus mempererat sillaturrahmi dengan sekolah-sekolah lain melalui cara yang terhormat lagi.
Pilih mana deh,

atau yang ini?


Wuiiih keren banget gak tuh yang pada pegang piala! Yakin deh, kadar kegantengan dan kecantikan kalian akan senantiasa meningkat. Ayo, siapkan diri dan mulai untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi. Sukseskan tawuran sehat!!

34 comments:

  1. aku pilih menjadi siswa yang berprestasi seperti kakak kakak yang megang piala itu. :)

    ReplyDelete
  2. cewek suka tipe cowok gitu ya?? Aku banget neh..#Eh OOT
    he heesalam solid ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. cewe cerdas pasti suka sama cowo yang cerdas juga :D

      Delete
  3. Girls love bad boys,but woman loves clever man

    waw..

    semoga hilang deh tu tawuran

    nice posting..

    salam solid

    ReplyDelete
  4. Aduh :3 Jadi pelajar harusnya bisa berprestasi.
    Kalau tawuran gitu sama saja dengan mati konyol. Bagusan juga tawuran dengan soal-soal di sekolah :p

    ReplyDelete
  5. ahaa..., ada ya tawuran sehat, kalo begitu aku ikuuut.... biar berprestasi ya, Mbak Ima...

    ReplyDelete
  6. semoga para pelajar yang hobi tawuran cepat sadar ! aamin.

    Sesungguhnya mereka yang suka tawuran ini mereka-mereka yang tidak memikirkan hal lain yang lebih penting dari pada tawuran, ye nggak :p *sokbijak

    SALAM SOLID, akhirnya gue mampir lagi hha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin.

      Ciyee yang sokbijak :p

      Salam solid nyol haha

      Delete
  7. Haha.. sampai ayah nobita jadi inspirasi.
    Ayo tawuran sehat!

    ReplyDelete
  8. saya setuju, mari kita tawuran tapi dengan tawuran sehat
    terima kasih kawan

    ReplyDelete
  9. wahh waahhh kayaknya project Lu lebih lengkap dehh Neng !!

    ReplyDelete
  10. kunjungan perdana :) sambil baca2

    visit,koment n follow back y di blogq :)
    http://achsanarea23.blogspot.com

    ReplyDelete
  11. kalo menurut saya sih, tawuran terjadi juga karena nilai agama udah luntur dikalangan anak muda. ^^

    bagus banget tulisannya. merasa terinspirasi oleh kamu. salam kenal~

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju ^^ tak hanya nilai agama tapi juga nilai norma.

      makasih :))

      Delete
  12. terkadang tawuran juga tidak hanya merugikan pihak yang bertikai namun juga orang-orang yang tidak terlibat juga bisa menjadi korban.

    ReplyDelete
  13. saya ingin jadi pada foto yang dibawah itu mbak.
    jadi polisi maksudnya hehehe
    tawuran kok dipelihara. hadeehhhh

    ReplyDelete
  14. Klo mereka berpikir panjang bhw masa depan masih panjang dan dunia luar itu jauh lebih kejam, pasti berpikir ulang mau tawuran deh... >____<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak.. sayang, yang terlanjur melakukan tawuran hanya akan mengingatnya sebagai kenangan yang patut "disesali" akibat tidak mau berpikir panjang tadi ^^

      Delete
  15. perasaan dulu jaman gw masih skull gak ada tawuran deh,,tapi banyak pemalakan,,ya gw jadi salah 1 korban deh,,di palak sama kakak kelas,,,wkwkwkwkwk...
    salam kenal,,numpang follow ya,,minta follbacknya donk kawan.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kasian.. hha.

      pemalakan itu adalah tawuran kecil-kecilan yang gak seimbang. bener gak?

      Delete
  16. Kenapa sih mesti dengan tawuran...
    seakan hanya itu jalan keluar...
    hufft...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak kok, masih ada tawuran sehat.. :D

      Delete

Jangan diem aja, komen juga dongg :D