Tuesday, 30 October 2012

It Comes Naturally

        Untuk saat ini, "Entah". Mungkin hanya itu yang ingin kuutarakan. Semua jawaban masih ada di selatan. hihi. Ini masalah ragu yang datang dengan kepastian. Membawa mimpi yang diwujudkan dalam bentuk nyata yang semu. Mengalir begitu saja, eh tau-tau sudah terbendung. Sempat bertanya-tanya, apakah datang bersama rintik-rintik hujan. Kok, tiba-tiba sederas ini? Heran deh. Apa ini yang disebut kealamiahan? Jatuhnya pas dan berjalan senatural mungkin.

       Tidak berlebihan dan tau kapan seharusnya menampakkan diri. Berjalan sesuai arus dengan kecepatan rendah dan konstan. Seperti seharusnya. Seperti Perahuku yang membawa memori kecil yang baru saja kutemui. Sangat kecil, yah namanya adalah permulaan. Permulaan yang seakan dihantar angin untuk menggerakkan perahu kecil nan lamban ini. Tapi, Si kecil ini pasti tau kapan waktunya bisa melaju nanti. Jadi biarlah, biarlah berjalan secara natural saja.

sumber gambar tumblr

      Malam ini pun tiba-tiba hujan. Tuh kan, ngepas banget. Apa ini juga kealamiahan? Suara berisik yang sekarang terdengar merdu. Ritmenya mulai klimaks. Meresonansikan sesuatu ke dalam pikiranku. Tak jauh lagi dengan hal itu. Yah.. lagi-lagi memori itu. Dan kamu yang sedang duduk manis di dalam memori itu. Tunggu saja aku di sana. Akan kuterjang hujan yang deras ini untuk menemuimu. Tapi, dengan apa ya? lebih baik kugunakan saja perahu itu. Sudah saatnya ia melaksanakan tugasnya. Tapi dalam mimpimu saja ya! Iya, biar tak hanya aku saja yang memimpikannya malam ini.

*ditulis malam selasa (kemarin, ketika tiba-tiba hujan di tempat kita menatap langit yang sama)



25 comments:

  1. wew,
    udah lama gue nggak baca tulisan sastra ky gini.
    tetep ky gini ya! :)

    ReplyDelete
  2. aku ga prnh bs nulis seindah ini,,
    # semangat belajr...

    ReplyDelete
  3. mau mengahampiri yng disana menggunakan perahu? benearkah?
    kalo tenggelam ghimana? hahaha

    ReplyDelete
  4. wah kita sehati, kwkkk, mau nulis kyk gini juga tapi masih di draft blum terbit, oia thx ya atas kunjungannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo cepetan dipublish :) sama-sama :D

      Delete
  5. Replies
    1. Sebenernya dilengkapi dengan mesin canggih. Cuma perahunya kan gak sombong jadi ya dia menyembunyikan mesin itu hehe

      Delete
  6. ehmmmm...lagi di-pedekate-in yaaaahhhh? ^_<

    ReplyDelete
  7. mba mayya sok tau deh :D *bercanda

    ReplyDelete
  8. sastra berat aku gak mudeng hahahaha ...... kamu suka sastra ya komenin puisi puisi mau nggak ?

    http://www.rriinneemm.com/search/label/puisi

    plisss... cos temen2 ku anak koplak semua yg gak suka sastra mungkin blogger sastra banget cuma kamu aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wohoo.. saya ini cuma amatiran aja. Bisa, buat belajar. thanks

      Delete
  9. masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta,mungkin lebih baik kalau kita fokus sama masa depan kita dibanding masalah cinta.Karena menyesal itu datang'a belakangan

    ReplyDelete
  10. dan akupun terbang melayang menghantar oleh angin dan hujan yang terseret kemari sebuah blog yang dihuni gadis manis sepertimu :)
    salam kenal

    ReplyDelete
  11. met sore mbk.,., salam kenal'y mbk.,.,
    bru mau knalan,s mbk jdi gk bisa bercmtr bnyak2 heheh.,.,mmpir mbk

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. indahnya hidup,
    ikuti aja aliran hidup ini bakalan gimana :)

    ReplyDelete
  14. dimana bumi dipijak.. di situ langit dijunjung

    ReplyDelete
  15. Kayak lagunya Selena Gomez ya.. Naturally :D

    ReplyDelete
  16. kamu anak Sastra ya ? bagus postinganya :D

    ReplyDelete
  17. wah. ada yang galau disaat hujan #eh :D

    ReplyDelete

Jangan diem aja, komen juga dongg :D