Saturday, 26 January 2013

Teman

Hello world

Sekali lagi aku membuktikan bahwa ternyata aku bukanlah blogger yang baik. Karena pergi dan datang seenaknya tanpa memperbarui blog yang hampir renyot, lapuk dimakan rayap waktu ini. hahah. Mulai lagi gajenya. Sempat malu gegara postingan jaman masi ngikut grup campaign project. Pernah koar-koar apaa gitu soal dunia perbloggingan dan blogger keren bla bla, babibu. Nyatanya, sekarang malah... ah sudahlah, emang lagi jenuh aja buat ngurus blog. .


Sekarang aku datang lagi... Tapi aku sudah banyak kehilangan teman. Tapi ternyata aku masih beruntung. Ternyata masi ada yang mau baca postingan ini. Makasih yaa kamu, siapa pun itu. hahah.

Teman, yaa begitu. Apa lagi yang sifatnya maya. Ketemunya aja di dunia maya. Dengan mudah kita bisa menemukan teman di dunia maya. Ngilanginnya juga gampang, segampang ngedapetinnya. Beda ama yang namanya teman di dunia nyata. Ketemunya nyata. Ngilangnya ternyata gampang juga. Loh?


Yeah.. Why?? Kita mungkin punya banyak teman. Tapi gak mungkin teman itu selalu ada buat kita. Tujuan dan keberadaan bisa aja udah gak sejajar. Mungkin di lain waktu pernah bersama. Sekarang udah gak lagi. Jika udah gak berkepentingan lagi dan keberadaannya udah jauh dari kita. Yasudah... mereka juga bakal jadi maya, untuk sementara. Mereka akan menjalani cerita dalam hidup masing-masing, mengumpulkannya dan suatu saat akan jadi bahan yang menarik untuk diperbincangkan bersama. Jika bertemu lagi.


Jadi apa maksudnya teman nyata yang bisa berubah jadi maya? Ini hanya masalah kesempatan dan waktu. Begitu saja. Seperti sekarang misalnya. Pernah kan punya sahabat. Alhamdulillah sekarang punya. Banyak??? Sedikit??? Pilih punya sahabat banyak atau sedikit? Terus dulunya pernah punya? Trus kamu bisa jawab. Iya, atau enggak.

Begini, semua teman itu berpotensi menjadi sahabat. Bahkan dari temen waktu TK pun. Kamu bisa aja bilang waktu TK aku punya sahabat lima, belum tentu waktu kamu kuliah lima sahabat itu masih jadi sahabat kamu. Bahkan di antara kelimanya sekarang malah tidak berteman lagi alias musuhan sampai tujuh turunan *misalnya. Sementara empat yang lain hanya menganggap sebagai teman biasa. "teman TK gue ituh" sambil nunjuk kamu xoxo

 
At the end, you would say," they just my old friend" ~ wave


Kita emang gak bakalan tau apa yang bakal terjadi selanjutnya dalam perjalanan hidup kita. Orang-orang yang kita sayangi bisa aja pergi ninggalin kita. Atau kita yang meninggalkan mereka. Dunia punya berbagai macam alasan untuk mempersatukan dan memisahkan. Dunia tunduk pada Sang Pencipta. Takdir, bilang orang sih gitu. Atas takdir inilah kita dipertemukan dengan banyak orang. Bertemu dengan mereka yang punya persamaan, satu tujuan, satu kepentingan, saling membutuhkan dan kita menyebutnya teman. Beberapa di antaranya yang membuat kita nyaman dan selalu kita butuhkan kita sebut sahabat. Teman yang terbaik, terdekat dan selalu bisa diandalkan pas kita lagi butuh bantuan. Bersama mereka seringnya kita berbagi, saling mengingatkan, saling menguatkan dan berbahagia dalam ikatan pertemanan yang damai sejahtera *halah.

Yah, sahabat itu berperan banget dalam hidup kita. Terus kita kembali lagi sama banyak sedikitnya sahabat kayak yang pertama kubahas tadi. Jika ditanya pilih punya sahabat banyak atau sedikit. Aku bakal pilih punya sedikit sahabat. Dengan catatan tapi banyak teman. Kalau kamu? Aku milih kayak gitu karena dampak bersahabat dengan frekuensi tinggi mempengaruhi kredibilitas. Cenderung punya banyak tanggung jawab. Mempertahankan persahabatan itu gak gampang apalagi kalau jumlahnya banyak. Jarak dan waktu itu pemisah utama. Dan juga pada dasarnya persahabatan itu gak diawali dengan perasaan yang tulus loh. Hampir semua. Gak munafik sih, menurutku begitu.Yang namanya sahabat, kalau udah ada masalah yang gak bisa diselesaiin ujung-ujungnya jadi musuh besar. Potensial jadi musuh terbesar adalah justru orang yang paling dekat dengan kita. Soo, kalau seandainya kamu punya banyak sahabat dan sedikit teman lebih banyak jaga sikap dan jaga kepercayaan sahabat aja. Kalau berteman juga jangan terlalu dekat, itu tadi resikonya jadi sahabat dan juga calon musuh, trus jadi musuh trus kalo yang lain juga sama bakalan punya banyak musuh tuh. Hih serem.

Tapi nggak dong kita, semua tergantung kita masing-masing. Alhamdulillah sekarang sih gak pernah ngerasa punya musuh. Dan semoga gak ada yang menganggap kita sebagai musuh. Orang-orang terdekat juga baik-baik semua orangnya. Thank God, You give your some angels come into my life. Terima kasih juga  kepada para sahabat dan teman-teman yang telah hadir di kehidupanku. Tanpa kalian hidupku gak berpelangi. *mulai dramatis*
I love you all guys and gals...

Ini cuma sekedar opini kok.
              With love, sekembali dari hibernasi.

4 comments:

  1. *tiupterompet*
    kemane aje lo ma ? blognya udah lumutan :p

    Bener, seorang teman akan berpotensi jadi sahabat.

    Kita gak tahu bagaimana kehidupan kedepan...
    lingkungan kita sekolah, kuliah, kerja. Ya otomatis orang-orang baru juga bakal kita kenal, dan keakraban tentu akan terjalin, potensi jadi sahabat kian tinggi

    Akhirnya penonton senang *KemudianHening

    ReplyDelete
  2. Haha si konyol ternyata masih jadi pembaca setia #eaaa
    Bener saking banyaknya lumut di sini gua tadi kepeleset. XD

    Potensi jadi sahabat kian tinggi, persaingan pun semakin ketat *eh

    Makasih udah nonton dengan bijak nyol :D *kembali hening.

    ReplyDelete
  3. Teman yah? Teman ada berbagai jenis nih..
    Ada teman dekat, Teman belajar, sekedar teman, dll
    Nah, kalau sahabat yaa satu tingkat lebih tinggi lagi..

    Happy with Friends :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju... teman itu banyak banget jenisnya :D
      happy :))

      Delete

Jangan diem aja, komen juga dongg :D