Saturday, 16 February 2013

Apa Ya?

Selamat pagi kelabu..

     Hujan di hari sabtu emang sesuatu. Bayangin aja, pagi-pagi banget jadwalku untuk bermalas-malasan harus tergadaikan dengan aktivitas ngampus yang ternyata batal dikarenakan hujan dan banjir. Haha, seandainya tadi gak sempat ke kampus, Kan lumayan nggak usah buang-buang energi. 

***
       Bingung mau ngepost apaan. Gimana kalau aku share tulisanku yang udah lama banget dibuat tapi nggak rampung-rampung juga. Awalnya mau bikin novel gitu. Tapi.. ah malas nerusinnya. Dari pada disimpen doang mending diposting di sini aja. Kali aja ada yang mau baca. Haha. Selamat membaca!!


Raina menatap butiran-butiran hujan yang jatuh di balik jendela kamarnya. Sesekali ia melirik jam dinding yang jarumnya dirasa enggan bergulir ke angka dua. Hari ini ia telah berdandan secantik mungkin. Ia tampak anggun di balik balutan mini dress bermotif bunga yang dipadukan dengan cardigan crème andalannya. Sejak satu jam yang lalu, Raina telah melewatkan waktu hanya untuk menunggu --aktivitas yang selalu ia benci.

Sayup-sayup didengarnya nada ringtone ponsel genggamnya. Tidak begitu jelas karena ia masih ingin memperhatikan hujan. Namun dengan semangat yang kemudian menyala, Raina bergegas meraih tas dan mencari benda berdering itu.
“Halo, elo masih di rumah Ren?” terdengar suara yang begitu menjengkelkan dari speaker ponsel. “Ya iyalah.. cepetan Lo kesini, gue udah nunggu dari jam satu” sejenak ia menghela napas “Kalo nggak cepetan gue pites Lo!”
“Widihh… sangar Lo! Iyee bawel” ---- bip, Raina buru-buru mematikan panggilan. Ia sudah sangat sebal dengan Satya--sahabatnya semenjak Sekolah Menengah Pertama. Ia tak bisa membayangkan reaksi Dona jika acara traktiran untuk merayakan hari ulang tahun temannya yang paling tidak bisa diam itu akan hancur berantakan hanya karena keterlambatan dirinya dan Satya.
Beberapa menit kemudian, mobil sport Satya muncul di balik pintu pagar. Raina memberanikan diri mengahadapi rintik-rintik hujan yang mulai reda. “Tunggu di situ aja, gak usah turun buka pager!” 

Dengan sigap Raina melewati pintu pagar rumahnya, badannya yang ramping tak membutuhkan banyak waktu untuk membuka pintu pagar itu lebih lebar. Setelah masuk ke mobil Satya, Ia siap menghujani Satya dengan berbagai omelan yang telah disimpannya semenjak panggilan terakhir tadi.
Satya tidak berubah dengan style-nya hari ini. Gaya berpakaiannya sehari-hari hanya seperti itu-itu saja. Hanya saja, jika biasanya ia menggunakan celana Jeans tanggung ¾. Kini ia tampak sedikit nyaman dipandang dengan jeans berwarna hitam yang panjang hingga hampir menutupi converse-nya. “Tumben Lo hari ini rapian dikit” Komentar Raina sambil tersenyum kecut. Dilihatnya jaket blaster putih dengan strip hitam menutupi kaus oblong putih dengan print menara Eiffel di bagian depan. Tampak pas di badan Satya yang tidak bisa dibilang gemuk itu. “Cakep banget hari ini! Tumben” Raina mengatakannya dengan kekehan tertahan. “Iya dong, tiap hari kan gua cakep! emang baru nyadar ya Lo?” Satya berusaha menarik kerah jaket blasternya yang bisa dikatakan tidak ada. “Bukan, maksud gue jaketnya yang cakep!” Ejek Raina disusul kekehannya yang puas. Satya hanya tertawa kecil, menghidupkan musik di mobilnya dan melaju menembus hujan yang mulai turun lagi. Sementara Raina, memandang keluar . Ia sudah lupa akan kekesalannya pada Satya. Ia lebih tertarik pada hujan, dimana ia bisa memikirkan sosok yang diimpikannya setiap hari dan yang akan ia jumpai sesaat lagi.
***

Segitu aja deh dulu ceritanya. Buat temen-temen yang mau nyumbang kisah kelanjutan dari cerita di atas bisa tulis di komentar aja ya.. Makasih :)

20 comments:

  1. Ciyeee yang ngampus tapi malah balik lagiii.. pasti kesel banget yak? hahaha..
    Hujan?? emang di daerah mana? gue Jak-ut gak ujan kok hehe

    Cerita lanjutin dong.. bagus kok (^oo^)b

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya nih. :O
      daerah samarinda gia

      okee. ntar dilanjut :)

      Delete
  2. aduh... gini rasanya kalo nanggung hihi

    di tunggu yang slanjutnya ma :D

    ReplyDelete
  3. Ima banner uzay gingsull tolong dihapus dong, maaf ya OOT. Terima kasih :)

    ReplyDelete
  4. Keren loh mukaddimahnya... Heu,. Dilanjut yaaa. Tipe cerita yang aku suka soalnya (^,^)/

    ReplyDelete
  5. Paling kesel emang ta kalo kejadian kayak gitu, udah sampe kampus dengan susah payah malah gak jadi kuliah, gue juga pernah ngalamin tuh..
    Lanjutkan Fiksinya :)

    ReplyDelete
  6. oh jadi cerita dunia nyatanya yang hujan kebawa juga kecerita imajinatifnya ya :)
    hha

    ReplyDelete
  7. namanya sesuai dg kesukaanya, raiana=rain #maksa :D kunjungi juga blogku :)

    ReplyDelete
  8. nggak tau ngepost apa tapi postingannya hasilnya bagus. weleh weleh...

    ReplyDelete

Jangan diem aja, komen juga dongg :D