Tuesday, 2 April 2013

TERKADANG

Terkadang, iyaa terkadang.


       Aku galau, aku merasa gila untuk sementara waktu. Tapi sudah kubilang, itu hanya terkadang. Aku tak galau di setiap waktu. Mungkin ada masanya, galau itu bangkit kala bahagia sudah jenuh bergelut paksa denganku. Lagi pula keterpaksaan itu menyakitkan. Pura-pura bahagia juga menyakitkan. Bukan mau munafik sih, yang kita liat di luar itu belum tentu sama kayak yang ada di dalam. Bisa saja aku tertawa tapi mungkin di sini *nunjuk ke jantung* ada bahasa yang gak bisa disampaikan dengan kata-kata. Bahasa itu punya terjemahan kurang lebih kayak gini “Wooi diam kalian semua, gue lagi gak bercanda. Gue lagi emosi!”. Terkadang, tapi itu hanya terkadang. Seandainya hanya aku yang pengen tertawa sendiri di tengah keramaian, itu hanya akan membuat bahasa-bahasa di sini *nunjuk ke jantung* melawan bahasa-bahasa yang ada di sini *nunjuk ke otak*. Dan, yaah mereka tidak bekerja secara sinergis. Make logika malah bikin rumit buat nyelesain permasalahan perasaan. Karena perasaan emang punya aturannya sendiri. Jadi, ketika aku bisa bikin orang-orang di sekelilingku tertawa pas perasaan ini mulai datang lagi, Itulah kesempatan di mana aku bisa meredamnya sedikit demi sedikit. Tertawa lepas bersama keramaian. Tersamarkan bukan? Dan aku mengorbankan diriku sendiri. Tapi sudah kubilang, itu hanya terkadang.

8 comments:

  1. terkadang, gue sebagai manusia terkadang merasa gue ini bukan manusia.. kadang.. :D

    salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha. terkadang selain jadi manusia, gue juga jadi bukan manusia, terkadang XD

      Delete
  2. Ya, cuma terkadang :)
    jangan keseringan ya mbak ^^
    Tapi salut, membuat orang tersenyum walau hati berkecamuk di dalam

    Salam kenal mbak Ima ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga datangnya galau cuma terkadang aja XD
      makasih ^^
      salam kenal balik :)

      Delete

Jangan diem aja, komen juga dongg :D