Friday, 20 March 2015

Peri Pucat Pasi

Peri Pucat Pasi--- Siluman yang Sakit Hati

Cerita pertemanan bagai embun di pagi hari.

        Dulu kita berdua menatap sunyi bersama rindangnya alam dan senja yang temaram. Menanti hujan dan bernyanyi bersama selepas santap siang. Sore hari adalah favorit kita untuk bertukar cerita. Selalu ada hal menarik yang kutemui dalam dirimu, walau kadang kita terhanyut dalam percakapan kosong yang tak penting. Dulu kamu suka menanam bibit-bibit pohon gembira. Di mana aku merindukan saat saat bibit itu mulai tumbuh lalu kecewa saat layu bahkan sebelum berkembang. Dulu, kamu menyenangkan~


        Sekarang, kamu seperti siluman. Kadang ramah, kadang marah. Belum kuketahui apa penyebabnya tapi aku menduga bahwa kamu pasti sedang depresi karena studimu. Aku tak mengerti mengapa, tidak pernah kau balas senyumanku saat kita bertemu. Atau sekedar mengajakku bercerita seperti yang sering kau lakukan dulu. Yang aku tau sekarang kamu adalah beruang yang gagal hibernasi dan tidak mau diganggu. Kamu langsung menutup pintu bahkan saat aku hanya lewat depan rumahmu. Apakah ada yang salah dari perkataanku? Atau perbuatanku? Jika mungkin iya, aku minta maaf jangan perlakukanku seperti monster yang hendak menerkammu. Aku tidak akan mennggigitmu atau jahat padamu. Tapi baiklah jika kita harus bertingkah seperti orang yang tidak saling mengenal. Seperti maumu. Biar jadi embun yang jatuh begitu saja kala pagi seperti pertemananan kita. Jika memang menghilang di siang hari, mungkin udara sedang terlalu panas. Seperti otak kita yang sedang meracau. Biarlah kembali beku saat senja menghilang. Akan kusambut engkau dengan suatu pagi yang diberkahi hujan ~ dengan senyuman.

6 comments:

  1. Sayang sekali persahabatan yang ditanam sejak lama, kini malah menjadi derita.
    Kenapa dia tidak mau menjadi seperti dahulu lagi? Apa benar karena masalah studi?
    Semoga kelak masa itu kan kembali, seperti kembalinya mentari di pagi hari...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah kembaliii hehe. Memang sepertinya hanyakarena studi hoho. Bibit baru mulai tumbuh dan siap disiram cerita-cerita segar :D

      Delete
  2. Baguss dek.. Sukaaa....
    Lanjutkan menulisnya yaaah ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihii terima kasih kakaaak. iya kak.. sekarang bakalan mulai rajin. Insya Allah :)

      Delete

Jangan diem aja, komen juga dongg :D